Senin, 23 April 2012

manusia

24 April 2012
8.14
"sangat jauh dari rumah"


Piliang,
kalian tahu? mungkin iya. mungkin enggak
tapi aku baru tahu ternyata manusia itu menyeramkan
rasanya aneh kalo kita di pikir jahat tapi kenyataannya terpikir niatnya pun nggak sama sekali
kayaknya kali ini aku udah keluar dari "zona nyaman" aku

manusia itu menuntut.
heran. apa salahnya kalo mau omongin semuanya yang ada dihati termasuk hal nggak penting
kata mamaku selama kita nggak mencuri atau ngerebut hak orang lain, kita nggak perlu malu apalagi takut
tapi sekarang, mau ngomong aja (bukannya ini termasuk hak pribadi?)kayaknya jadi agak "takut-takut"
kayaknya kali ini aku benar-benar udah keluar dari "zona nyaman" aku

kenapa manusia suka berpikir kalo manusia lain itu punya niat jahat?
selama hidup, manusia jahat itu cuma aku lihat di film-film atau di novel-novel
bahkan aku sering mikir, "apa film atau novel itu nggak berlebihan" atau "masa sih ada manusia kayak gitu di dunia nyata" atau " ayolah, ini cuma karangan fiksi aja, di kenyataan mana ada yang kayak gitu"
tapi sekarang, di kenyataan, aku nggak jadi outsider atau penonton atau pembaca, rasanya aneh tiba-tiba jadi pemain tapi langsung dapat peran yang nggak enak
seharusnya dari dulu aku bersyukur sama Tuhan
kadang aku suka iri lihat orang-orang yang banyak temannya, yang selalu di kelilingi manusia
dari aku lahir sampai sekarang, aku bisa ngitung teman yang aku kenal pake semua jari aku
kayaknya kali ini aku memang udah keluar dari "zona nyaman" aku

kenapa harus pura-pura kalau alami itu lebih menyenangkan
aneh dan heran rasanya
jangan-jangan semua manusia memang punya kepribadian ganda
mungkin aku juga tanpa aku sadari
bukannya kalau yang kayak gini malah bikin bingung
kata temanku " gak usah di pikirin, yang penting lain kali jangan kayak gitu"
tapi aneh kalau tiba-tiba aku harus berubah jadi "si pura-pura"
bukannya segala sesuatu memang lebih menyenangkan kalau diomongin
kayaknya kali ini aku pasti udah keluar dari "zona nyaman" aku

aku takut jadi manusia
ini sama kayak aku takut jadi dewasa
aku ingat tahun lalu, waktu itu aku duduk di ruang tamu sama papa mama, aku nangis cuma karena masalah sepele (menurut orang dewasa), aku dibentak sama mama
semua orang boleh jahat tapi papa mama nggak boleh
semua orang boleh ngomong asal atau ngomong jahat tapi papa mama nggak boleh
jadi aku nggak suka kalau dibentak sama papa mama
orang lain aku nggak peduli, tapi papa mama mana boleh kayak gitu
karena mereka segalanya jadi yang segalanya buat aku mana boleh buat aku sedih (ini adalah keegoisan terbesar yang aku sadari)
tahun lalu, waktu aku nangis, waktu itu sehari sebelum aku pergi ke luar kota. kata papa mama aku masih anak-anak, pasti belum tahu gimana cara "bergaul dengan manusia"
aku bilang aku udah besar, aku punya teman di sekolah dan aku tahu cara "bergaul dengan manusia"
sekarang. hari ini. aku baru nyadar aku nggak tahu cara "bergaul dengan manusia"
manusia terlalu menyeramkan, aku takut padahal aku nggak mencuri atau ngerebut hak orang
aku takut keluar dari "zona nyaman' aku



huby

Tidak ada komentar:

Posting Komentar